Nama: Amalia hapsari
prannanda putri
NIM: 151130120
Jadi
disini saya mengambil hubungan kerjasama yang dilakukan Rusia-Indonesia dalam
bidang militer karena kita tahu bahwa kerjasama Rusia-Indonesia sangat erat kaitannya
mengingat Rusia sendiri sebagai salah satu negara superpower dengan kekuatan
dalam bidang militernya yang tidak diragukan lagi. Mengapa penting bagi
Indonesia? Saat ini politik luar negeri Indonesia sangatlah penting untuk
memperluas mitra strategisnya di seluruh dunia. Dan salah satu yang menarik
dari segi ini adalah Rusia. Karena negara beruang merah ini punya potensi
besar. Di antaranya, tentu saja di bidang kerjasama militer dan keamanan.
Dengan kata lain, kerjasama strategis Indonesia-Rusia di bidang militer dan
keamanan bisa menjadi “pintu pembuka” untuk terjalinya suatu kemitraan
strategis di bidang-bidang lain di luar bidang politik dan militer.
Salah
satu kerjasama yang dilakukan Rusia di Indonesia dalam bidang militer ini yaitu
TOT Rusia kembali menegaskan tawarannya ke Indonesia untuk memperluas kerja
sama di bidang pertahanan. Hal ini dilakukan dalam upaya untuk memperkuat
posisi Rusia di pasar industri pertahanan dunia. Kementerian Pertahanan
Indonesia mengatakan, rencana yang ditawarkan berpusat pada rancangan
pengembangan pertahanan dengan sistem ofset yang mencakup transfer teknologi
(transfer of technology/TOT), produksi komponen dan infrastruktur bersama, dan
pembentukan pusat layanan pemeliharaan dan perbaikan di Indonesia. Saat ini,
semakin banyak negara yang hanya mau menandatangani kontrak pembelian senjata
dengan sistem transaksi ofset. Ofset adalah sistem pembelian barang yang
mewajibkan pabrik penghasil sebagai penjual untuk memberikan lisensi pembuatan
sebagian komponennya pada industri di negara pembeli.
Dengan
sistem transaksi ofset, negara-negara berkembang, seperti di Asia Tenggara,
Amerika Latin, dan Afrika, yang mengimpor senjata dari Rusia tak hanya menerima
‘perangkat’ senjata, tapi juga mendapat hak untuk merakit, merancang,
memodifikasi, serta memiliki lisensi untuk mengekspor kembali senjata hasil
pengembangan mereka. Kementerian Pertahanan mengatakan, Duta Besar Rusia untuk
Indonesia Mikhail Galuzin telah menyampaikan tawaran ini kepada Menteri
Pertahanan Indonesia Ryamizard Ryacudu pada 15 Januari 2015 lalu, demikian yang
ditulis situs IHS Jane’s. Tawaran ini sekaligus menindaklanjuti usulan serupa
yang diajukan Presiden Rusia Vladimir Putin kepada Presiden RI Joko Widodo
dalam pertemuan antara kedua pemimpin negara tersebut di KTT APEC di Beijing,
Tiongkok, pada November 2014 lalu.
Kremlin
telah menyadari tren jual-beli senjata yang tengah berkembang. Dalam pertemuan
Komisi Kerja Sama Militer Teknis yang diselenggarakan pada April 2014 lalu,
Presiden Putin pun membahas pentingnya mempelajari penggunaan metode keuangan
dan pemasaran modern, termasuk penggunaan sistem transaksi ofset.
Dalam
20 tahun terakhir, Indonesia telah membeli beberapa pesawat tempur multifungsi
dari Rusia, yakni Su-27 dan Su-30, sepuluh helikopter Mi-35, 14 helikopter
Mi-17, 17 kendaraan tempur infanteri BMP-3F, 48 kendaraan lapis baja BTR-80A,
dan sembilan ribu senapan Kalashnikov AK-102. Pada Desember 2011, Rusia dan
Indonesia telah menandatangani kontrak pengiriman enam pesawat tempur ke Indonesia
seharga 500 juta dolar AS. Dapat dikatakan, kompleks industri pertahanan Rusia
memiliki tempat yang kuat dalam perbendaharaan senjata Indonesia.[1]
Menteri Pertahanan Rusia juga mengingatkan bahwa
Rusia dan Indonesia memiliki sejarah kerja sama yang panjang dalam bidang
militer.
“Hubungan kita didasarkan pada prinsip saling
menghormati dan kepetingan bersama untuk membentuk dunia yang adil dan
demokratis serta berprospek yang cerah,” kata Shoigu. “Kami
berharap pertemuan hari ini akan berkontribusi untuk memperkuat hubungan yang
hangat antara angkatan bersenjata Rusia dan Indonesia,” tambahnya.[2]
Menurut
saya dengan adanya banyak sekali kerjasama dengan Rusia dalam bidang militer
ini, Indonesia yakin bahwa kerjasama yang mereka lakukan dapat menguntungkan
kedua pihak dan disisi lain, Indonesia sendiri juga harus memiliki alat
pertahanan yang cukup untuk mempertahankan kedaulatan wilayah NKRI.
[1] http://www.militerhankam.com/2015/02/rusia-tawarkan-tot-di-bidang-pertahanan.html Diakses pada tanggal 20, Desember 2015 pukul
21:58 WIB
[2] http://indonesia.rbth.com/news/2015/04/16/menteri_pertahanan_rusia_puji_komitmen_indonesia_dalam_kembangkan_kontra_27497 Diakses pada tanggal 20, Desember 2015 pukul
22:05 WIB
Tidak ada komentar:
Posting Komentar