TRAFFIC

Rabu, 16 Desember 2015

PAPER GLOBALISASI EKONOMI POLITIK INTERNASIONAL



GLOBALISASI EKONOMI







Disusun oleh:
1.      Mega                          151130
2.      Kiki Wiyanti P.           151130166
3.      Amalia Hapsari          151130120
4.      Theresia Eva              151130165
5.      Yulia Sugma K.          151130151
6.      Agustina Intan                        151130154



ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL
UPN VETERAN YOGYAKARTA


PENGANTAR
Perkembangan perekonomian dunia dan pola hubungan antar negara yang secara umum memperlihatkan jarak antar satu negara dengan negara lain yang menurun, membuat semakin terbukanya perdagangan antar negara dan meningkatnya akses pasar produk ke negara lain. Keterbukaan ekonomi dan perdagangan memberikan konsekuensi dua hal secara sekaligus, yaitu tantangan dan peluang.Semakin terbukanya perdagangan antar satu negara dengan negara lainnya dapat memberikan peluang meningkatnya akses pasar produk dalam negeri di pasar internasional sekaligus juga tantangan terhadap daya saing industri dalam negeri terhadap produk luar negeri.Daya saing produk nasional menjadi perhatian ketika pemerintah menginginkan adanya peningkatan angka ekspor.Angka peringkat daya saing nasional merupakan hal yang sangat menggembirakan, karena menunjukkan telah terjadinya reformasi baik dari kalangan investor dan juga dari pihak pemerintah sebagai penyedia jasa layanan publik.Keunggulan kompetitif suatu negara tercermin dari penguasaan pasar yang makin meningkat di mancanegera.Perbaikan kualitas produksi dan jasa telah terlihat seiring meningkatnya tingkat persaingan.
Perdagangan internasional merupakan salah satu bagian dari kegiatan bisnis yang mengalami kemajuan yang sangat pesat.Hal ini terlihat dari perkembangan arus peredaran barang, jasa, modal dan tenaga kerja antar negara.Kegiatan ini dapat terjadi melalui hubungan ekspor impor, investasi, perdagangan jasa, hak atas kekayaan intelektual dan alih teknologi, yang akhirnya dapat memberikan pengaruh terhadap kegiatan ekonomi lainnya, seperti perbankan, asuransi, perpajakan dan sebagainya.Perdagangan internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Bila dibandingkan dengan pelaksanaan perdagangan didalam negeri, maka perdagangan internasional sangatlah rumit dan kompleks.Di banyak negara perdagangan internasional menjadi salah satu faktor utama untuk meningkatkan GDP.Perdagangan internasional juga mendorong industrialisasi, kemajuan transportasi, globalisasi, dan kehadiran perusahaan multiasional. 
Ketika perdagangan internasional terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan semakin erat. Perdagangan internasional di satu pihak akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya juga membuka peluang masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik. Proses globalisasi ekonomi adalah perubahan perekonomian dunia yang bersifat mendasar atau struktural dan proses ini akan berlangsung terus dengan laju yang akan semakin cepat mengikuti perubahan teknologi yang juga akan semakin cepat dan peningkatan serta perubahan pola kebutuhan masyarakat dunia. Perkembangan ini telah meningkatkan kadar hubungan saling ketergantungan ekonomi dan juga mempertajam persaingan antarnegara, tidak hanya dalam perdagangan internasional tetapi juga dalam investasi, keuangan, dan produksi.

CIRI-CIRI GLOBALISASI
Berikut  ini  beberapa  ciri  yang  menandakan  semakin  berkembangnya  fenomena globalisasi di dunia:
1.      Perubahan  dalam  konsep  ruang  dan  waktu.  Perkembangan  barangbarang  seperti  telepon genggam,  televisi  satelit,  dan  internet menunjukkan  bahwa  komunikasi  global  terjadi demikian  cepatnya, sementara melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.
2.      Pasar  dan  produksi  ekonomi  di  negara-negara  yang  berbeda  menjadi saling bergantung sebagai  akibat  dari  pertumbuhan  perdagangan internasional,  peningkatan pengaruh perusahaan  multinasional,  dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).
3.      Peningkatan  interaksi  kultural  melalui  perkembangan media  massa (terutama  televisi, film, musik,  dan  transmisi  berita  dan  olah  raga internasional).  Saat  ini,  kita  dapat  mengonsumsi dan  mengalami gagasan  dan  pengalaman  baru  mengenai  hal-hal  yang  melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang  fashion, literatur, dan makanan.
4.      Meningkatnya  masalah  bersama,  misalnya  pada  bidang  lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi regional dan lain-lain. Kennedydan Cohen menyimpulkan bahwa transformasi ini telah membawa kita pada globalisme, sebuah kesadaran dan pemahaman baru bahwa dunia adalah satu.  Giddens menegaskan bahwa kebanyakan dari kita sadar bahwa  sebenarnya diri  kita  turut  ambil  bagian  dalam  sebuah  dunia  yang  harus  berubah  tanpa terkendali yang  ditandai  dengan  selera  dan  rasa  ketertarikan  akan  hal  sama, perubahan  dan ketidakpastian,  serta  kenyataan  yang  mungkin  terjadi.  Sejalan dengan  itu,  Peter  Drucker menyebutkan  globalisasi  sebagai  zaman  transformasi sosial.
GLOBALISASI EKONOMI
Globalisasi  didefinisikan  sebagai  semua  proses  yang merujuk  kepada penyatuan  seluruh  warga  dunia  menjadi  sebuah  kelompok  masyarakat  global (Sunarso  dkk,  2006:  134).  Ada yang  memandang  bahwa  globalisasi  itu  sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi  dengan menyingkirkan batasbatas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat. Globalisasi perekonomian  merupakan  suatu  proses  kegiatan  ekonomi  dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang  semakin  terintegrasi  dengan  tanpa  rintangan  batas teritorial  negara. Globalisasi  perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa. Ketika  globalisasi  ekonomi  terjadi,  batas-batas  suatu  negara  akan  menjadi kabur  dan  keterkaitan  antara  ekonomi  nasional  dengan perekonomian internasional  akan  semakin  erat.  Globalisasi  perekonomian  di  satu  pihak akan membuka peluang  pasar  produk  dari dalam negeri  ke  pasar  internasional  secara kompetitif, sebaliknya juga membuka peluang masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik.
     Keberhasilan Indonesia dalam menghadapi perdagangan internasional ditentukan oleh tingkat daya saing produk domestik.Dalam hal ekspor, selama ini Indonesia sangat mengandalkan faktor-faktor keunggulan komparatif dalam sebagai penentu utama daya saingnya, terutama daya saing harga, seperti upah buruh murah dan SDA berlimpah sehingga murah biaya produksinya.Namun, dalam era perdagangan internasional, teknologi, keahlian khusus, yang merupakan faktor keunggulan kompetitif semakin dominan dalam penentuan daya saing.Selain itu, dengan tuntutan masyarakat dunia yang semakin kompleks menyangkut masalah-masalah lingkungan hidup, kelestarian alam bersama isinya, kesehatan, keamanan, dan hak asasi manusia (HAM) membuat faktor-faktor keunggulan komparatif semakin tidak penting dibandingkan faktor-faktor keunggulan kompetitif.Perubahan faktor-faktor penentu daya saing tersebut membuat produk-produk ekspor tradisional Indonesia semakin terancam di pasar regional maupun global. Ancaman ini semakin nyata dengan munculnya negara-negara 7 pesaing baru yang memiliki baik faktor-faktor keunggulan komparatif maupun faktor-faktor keunggulan kompetitif seperti Cina dan Vietnam di pasar Asia dan negara-negara Eropa Timur di pasar Uni Eropa (UE). Di pasar Asia, dalam 5 tahun belakang ini barang-barang buatan Cina mulai dari tekstil dan produk-produknya (TPT) sampai dengan motor semakin membanjiri pasar di negara-negara Asia, termasuk Indonesia. Demikian juga, Vietnam sudah mulai menandingi Indonesia dalam ekspor beberapa komoditas traditional seperti kopi dan tekstil. Di pasar UE, peluang pasar ekspor Indonesia di wilayah tersebut terancam oleh 8 negara Eropa Timur yang akan menjadi anggota UE pada awal Mei 2004[1]. Kedelapan negara tersebut lebih mampu menembus pasar UE karena mendapat fasilitas pembebasan bea masuk. Sementara itu, barang-barang ekspor Indonesia masih dikenai BM dan hambatan-hambatan non-tarif lainnya, seperti dari segi kesehatan dan lingkungan hidup.Selain itu, setidaknya ada 10 produk ekspor Indonesia yang dikenai tuduhan dumping oleh UE. Misalnya, bahan baku produk tekstil (polyester staple fibre), bahan pemanis (sodium cyclamate), dan ring penjilid (ring binders)[2]. Selain itu, jarak yang lebih dekat sehingga biaya transportasi dan harga produk dari para pesaing tersebut lebih murah. Proses penyerahan barang pun singkat. Pendek kata, karena jarak yang lebih dekat membuat para pesaing dari Eropa Timur itu lebih efisien dalam memasuki pasar UE[3].
          Oleh karena itu, untuk menghindari ancaman dari Negara pesaing terutama Cina, produk domestik Indonesia merupakan kunci penentu keberhasilan Indonesia dalam perdagangan internasonal. Untuk meningkatkan produk domestiknya, Indonesia melakukan kerja sama ekonomi internasional. Keterkaitan dengan pendekatan liberalism yang menyatakan, semakin tinggi tingkat kebergantungannya terhadap negara lain maka akan menciptakan kesejahteraan. Suatu negara pasti membutuhkan kerja sama ekonomi dengan negara lain. Kerjasama ekonomi antarnegara adalah bentuk kerja sama yang timbul dalam rangka memenuhi kebutuhan negara juga membatu Negara dalam meningkatkan produk domestiknya dalam perdagangan internasional. Pertukaran faktor-faktor produksi merupakan kunci dalam kerjasama ekonomi antarnegara.Hal ini disebabkan, sumber daya produksi setiap negara berbeda-beda.
Secara umum, ada 4 aspek yang pasti akan terpengaruh, yaitu:
·      Ekspor
Dampak positif terhadap ekspor atau pangsa pasar dunia dari suatu negara meningkat; sedangkan efek negatifnya adalah suatu negara kehilangan pangsa pasar dunianya yang selanjutnya berdampak negatif terhadap volume produksi dalam negeri dan pertumbuhan produk domestiik bruto (PDB) serta meningkatkan jumlah pengangguran dan tingkat kemiskinan. Dalam beberapa tahun belakangan ini ada kecenderungan bahwa peringkat Indonesia di pasar dunia untuk sejumlah produk tertentu yang selama ini diunggulkan Indonesia, baik barang-barang manufaktur seperti tekstil, pakaian jadi dan sepatu, maupun pertanian (termasuk perkebunan) seperti kopi, cokelat dan biji-bijian, terus menurun relatif dibandingkan misalnya Cina dan Vietnam.
·      Impor
Dampak negatifnya adalah peningkatan impor yang apabila tidak dapat dibendung karena daya saing yang rendah dari produk-produk serupa buatan dalam negeri, maka tidak mustahil pada suatu saat pasar domestik sepenuhnya akan dikuasai oleh produk-produk dari luar negeri. Dalam beberapa tahun belakangan ini ekspansi dari produk-produk Cina ke pasar domestik Indonesia, mulai dari kunci inggris, jam tangan tiruan hingga sepeda motor, semakin besar. Ekspansi dari barang-barang Cina tersebut tidak hanya ke pertokoan-pertokoan moderen tetapi juga sudah masuk ke pasar-pasar rakyat dipingir jalan.
·      Investasi
Liberalisasi pasar uang dunia yang membuat bebasnya arus modal antarnegara juga sangat berpengaruh terhadap arus investasi neto ke Indonesia. Jika daya saing investasi Indonesia rendah, dalam arti iklim berinvestasi di dalam negeri tidak kondusif dibandingkan di negara-negara lain, maka bukan saja arus modal ke dalam negeri akan berkurang tetapi juga modal investasi domestik akan lari dari Indonesia yang pada aknirnya membuat saldo 5 neraca modal di dalam neraca pembayaran Indonesia negatif.
·      Tenaga Kerja
Dampak negatifnya adalah membanjirnya tenaga ahli dari luar di Indonesia, dan kalau kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia tidak segera ditingkatkan untuk dapat menyaingi kualitas SDM dari negara-negara lain, tidak mustahil pada suatu ketika pasar tenaga kerja atau peluang kesempatan kerja di dalam negeri sepenuhnya dikuasai oleh orang asing. Sementara itu, tenaga kerja Indonesia (TKI) semakin kalah bersaing dengan tenaga kerja dari negara-negara lain di luar negeri. Juga tidak mustahil pada suatu ketika TKI tidak lagi diterima di Malaysia, Singapura atau Taiwan dan digantikan oleh tenaga kerja dari negara-negara lain seperti Filipina, India dan Vietnam yang memiliki keahlian lebih tinggi dan tingkat kedisiplinan serta etos kerja yang lebih baik dibandingkan TKI.


KAPITALISME GLOBAL

Kapitalisme  global  adalah  upaya  meraih  keuntungan  dan  mengakumulasi modal  tanpa batas atau  sekat  yang  berupa  negara.  Dalam  perkembngannya, kapitalisme  global  ini  telah menjadi  bagian  dari  kehidupan  sehari-hari  sebagian orang  diberbagaibelahan  dunia.  Sebagai contoh  dalam penggunaan  teknologi informasi  dan  komunikasi,  seseorang  akan  merasa  ada sesuatu  yang  hilang  bila dalam  satu  hari  tidak  melihat  TV,  membaca  koran,  ataupun membaca  email. Dengan  teknologi  informasi  dan  komunikasi  tersebut, dengan  mudahnya seseorang  dapat  memindahkan  ribuan  maupun  jutaan  dollar  melintasi  batas Negara dalam hitungan detik dengan hnya menekan tombol  Personal Computer (PC) di rumah atau menggunakan telepon seluler.Kapitalisme global ini juga mengubah cara pandang orang terhadap berbagai hal.  Cara  pandng  tentang  uang  misalnya,  bukan  lagi  hanya  sebagai  alat tukar melainkan  juga  sebagai  barang  dagangan  seperti  komoditas  lainnya.  Adanya profesi pedagang  valuta asingmembuktikan hal tersebut. Lebih lanjut uang yang biasa terlihat sebagai lembaran-lembaran kertas, ditangan lembaga keuangan saat ini  berkembang  menjadi  bentuk yang  lebih  canggih  seperti  bonds,  stocks, commercial notes,dan lain sebagainya serta transaksi yang dilakukannyapun tidak berdasarkan  saat  ini  (sekarang),  tetapi  dapat  pula transaksi  untuk  masa  nanti. Sehingga dapat dibayangkan betapa rumitnya perputaran uang di dunia ini

DAMPAK POSITIF DARI GLOBALISASI EKONOMI:

·                Produksi global dapat ditingkatkan, pandangan ini sesuai dengan teori 'Keuntungan Komparatif' dari David  Ricardo.  Melalui  spesialisasi  dan  perdagangan factor - faktor produksi  dunia  dapat  digunakan  dengan  lebih  efesien,  output  dunia bertambah  dan masyarakat  akan  memperoleh  keuntungan dari spesialisasi  dan  perdagangan  dalam  bentuk pendapatan  yang meningkat,  yang  selanjutnya  dapat  meningkatkan  pembelanjaan  dan tabungan.
·                Perdagangan bebas merupakan kebijakan di mana pemerintah tidak melakukan diskriminasi terhadap impor atau ekspor. Penghapusan hambatan yang menghambat perdagangan antara lain kuota impor, pajak, dan regulasi non tarif pada barang impor. Perdagangan bebas ini biasanya dihasilkan dari kesepakatan antar negara atau dengan organisasi internasional, yang kemudian menciptakan zona perdagangan bebas. Dampak positif dari perdagangan bebas ini antara lain produk-produk lokal dapat dengan mudah dipasarkan ke luar, dengan memperluas pasaran produk lokal ini diharapkan bisa bersaing di pasar internasional. Hal ini membuka kesempatan bagi pengusaha lokal untuk melahirkan produk-produk berkualitas, kreatif, dan dibutuhkan oleh pasar dunia. Selain itu, produk-produk luar yang masuk bisa menambah varian pilihan yang belum diproduksi di dalam negeri dan dengan biaya yang rendah.
·                Dengan adanya globalisasi juga meningkatkan investor asing untuk menanam modal di indonesia serta munculnya MNC. Munculnya MNC ini menguntungkan Indonesia, karena dengan adanya MNC maka akan dibutuhkan tenaga kerja yang banyak, ini akan menambah peluang lapangan kerja bagi masyarakat. Hal ini bisa mengurangi tingkat jumlah pengangguran di Indonesia. Selain itu juga semakin MNC ini akan menambah devisa negara.
·                Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi. Pembangunan sektor industri dan berbagai sektor lainnya bukan saja dikembangkan oleh perusahaan asing, tetapi terutamanya melalui investasi yang dilakukan oleh perusahaan swasta domestik. Perusahaan domestik ini seringkali memerlukan modal dari bank atau pasar saham. dana dari luar negeri terutama dari negara-negara maju yang memasuki pasar  uang  dan  pasar  modal  di  dalam  negeri  dapat membantu menyediakan  modal  yang  dibutuhkan  tersebut.
·                Globalisasi ekonomi juga bisa mendorong kerjasama antar negara atau organisasi internasional di bidang ekonomi. Misalnya ASEAN Economic Community, Asia – Pacific Economy Community, dan lainnya. Kerjasama-kerjasama ini dapat meningkatkan hubungan negara-negara ke arah yang lebih positif dan mengurangi
·                Meningkatkan semangat kompetitif dan meningkatkan kualitas produk lokal. Dengan adanya globalisasi ekonomi, dimana pasar akan lebih terbuka para pengusaha lokal dapat memasarkan produknya lebih luas. Hal ini dapat meningkatkan semangat para pengusaha lokal untuk menghasilkan produk-produk yang lebih kreatif dan meningkatkan kualitas produk lokal agar dapat bersaing dengan produk-produk luar dan meningkatkan perkapita negara.




KESIMPULAN
Globalisasi adalah suatu perubahan yang terjadi dalam segala aspek yang bersifat mendunia. Baik bagi bidang ekonomi, politik, dan sosio-budaya. Globalisasi ekonomi yang terjadi di dunia merupakan salah satu bentuk dari globalisasi yang membuka batas-batas terirorial suatu negara dengan negara lain di bidang ekonomi. Perubahan-perubahan yang terjadi di bidang perekonomian terjadi dalam segala aspek baik modal, barang dan jasa. Globalisasi ekonomi yang mendunia tersebut tentunya terjadi di seluruh negara salah satunya yaitu Indonesia. Globalisasi ekonomi yang terjadi di Indonesia tentunya memiliki dampak besar. Dampak positifnya yaitu diantaranya memotivasi SDM dalam meningkatkan kualitas, meningkatkan devisa, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan transfer teknologi dan ilmu pengetahuan.















DAFTAR PUSTAKA
David Held, Anthony McGrew (eds), The Global Transformations reader: An Introduction to the globalization Debate, Polity Press, Cambridge, 2002.
Joshi, Rakesh Mohan (2009). International Bussines. Oxford University Press, Incorporated.






[1]Kedelapan negara tersebut adalah Republik Chechnya, Estonia, Hongaria, Latvia, Lituania, Polandia, Slowakia, dan Slovenia.
[2] Berdasarkan laporan dari Kepala Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) yang dikutip dari Kompas (6 Juni 2003)
[3]Berdasarkan laporan dari Kepala Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) yang dikutip dari Kompas (6 Juni 2003).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar