GLOBALISASI EKONOMI
Disusun
oleh:
1. Mega 151130
2. Kiki
Wiyanti P. 151130166
3. Amalia
Hapsari 151130120
4. Theresia
Eva 151130165
5. Yulia
Sugma K. 151130151
6. Agustina
Intan 151130154
ILMU
HUBUNGAN INTERNASIONAL
UPN VETERAN
YOGYAKARTA
PENGANTAR
Perkembangan perekonomian dunia dan
pola hubungan antar negara yang secara umum memperlihatkan jarak antar satu
negara dengan negara lain yang menurun, membuat semakin terbukanya perdagangan
antar negara dan meningkatnya akses pasar produk ke negara lain. Keterbukaan
ekonomi dan perdagangan memberikan konsekuensi dua hal secara sekaligus, yaitu
tantangan dan peluang.Semakin terbukanya perdagangan antar satu negara dengan
negara lainnya dapat memberikan peluang meningkatnya akses pasar produk dalam
negeri di pasar internasional sekaligus juga tantangan terhadap daya saing
industri dalam negeri terhadap produk luar negeri.Daya saing produk nasional
menjadi perhatian ketika pemerintah menginginkan adanya peningkatan angka
ekspor.Angka peringkat daya saing nasional merupakan hal yang sangat
menggembirakan, karena menunjukkan telah terjadinya reformasi baik dari
kalangan investor dan juga dari pihak pemerintah sebagai penyedia jasa layanan
publik.Keunggulan kompetitif suatu negara tercermin dari penguasaan pasar yang
makin meningkat di mancanegera.Perbaikan kualitas produksi dan jasa telah
terlihat seiring meningkatnya tingkat persaingan.
Perdagangan internasional merupakan
salah satu bagian dari kegiatan bisnis yang mengalami kemajuan yang sangat
pesat.Hal ini terlihat dari perkembangan arus peredaran barang, jasa, modal dan
tenaga kerja antar negara.Kegiatan ini dapat terjadi melalui hubungan ekspor
impor, investasi, perdagangan jasa, hak atas kekayaan intelektual dan alih
teknologi, yang akhirnya dapat memberikan pengaruh terhadap kegiatan ekonomi
lainnya, seperti perbankan, asuransi, perpajakan dan sebagainya.Perdagangan
internasional adalah perdagangan yang dilakukan oleh penduduk suatu negara
dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Bila dibandingkan
dengan pelaksanaan perdagangan didalam negeri, maka perdagangan internasional
sangatlah rumit dan kompleks.Di banyak negara perdagangan internasional menjadi
salah satu faktor utama untuk meningkatkan GDP.Perdagangan internasional juga
mendorong industrialisasi, kemajuan transportasi, globalisasi, dan kehadiran
perusahaan multiasional.
Ketika perdagangan internasional
terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan keterkaitan antara
ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan semakin erat.
Perdagangan internasional di satu pihak akan membuka peluang pasar produk dari
dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya juga membuka
peluang masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik. Proses
globalisasi ekonomi adalah perubahan perekonomian dunia yang bersifat mendasar
atau struktural dan proses ini akan berlangsung terus dengan laju yang akan
semakin cepat mengikuti perubahan teknologi yang juga akan semakin cepat dan
peningkatan serta perubahan pola kebutuhan masyarakat dunia. Perkembangan ini
telah meningkatkan kadar hubungan saling ketergantungan ekonomi dan juga
mempertajam persaingan antarnegara, tidak hanya dalam perdagangan internasional
tetapi juga dalam investasi, keuangan, dan produksi.
CIRI-CIRI
GLOBALISASI
Berikut ini
beberapa ciri yang
menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di
dunia:
1.
Perubahan dalam
konsep ruang dan
waktu. Perkembangan barangbarang
seperti telepon genggam, televisi
satelit, dan internet menunjukkan bahwa
komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan massa
semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang
berbeda.
2. Pasar dan
produksi ekonomi di
negara-negara yang berbeda
menjadi saling bergantung sebagai
akibat dari pertumbuhan
perdagangan internasional,
peningkatan pengaruh perusahaan
multinasional, dan dominasi
organisasi semacam World Trade Organization (WTO).
3. Peningkatan interaksi
kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan
transmisi berita dan
olah raga internasional). Saat
ini, kita dapat
mengonsumsi dan mengalami
gagasan dan pengalaman
baru mengenai hal-hal
yang melintasi beraneka ragam
budaya, misalnya dalam bidang fashion,
literatur, dan makanan.
4.
Meningkatnya masalah
bersama, misalnya pada
bidang lingkungan hidup, krisis
multinasional, inflasi regional dan lain-lain. Kennedydan Cohen menyimpulkan
bahwa transformasi ini telah membawa kita pada globalisme, sebuah kesadaran dan
pemahaman baru bahwa dunia adalah satu.
Giddens menegaskan bahwa kebanyakan dari kita sadar bahwa sebenarnya diri kita
turut ambil bagian
dalam sebuah dunia
yang harus berubah
tanpa terkendali yang
ditandai dengan selera
dan rasa ketertarikan
akan hal sama, perubahan dan ketidakpastian, serta
kenyataan yang mungkin
terjadi. Sejalan dengan itu,
Peter Drucker menyebutkan globalisasi
sebagai zaman transformasi sosial.
GLOBALISASI
EKONOMI
Globalisasi didefinisikan
sebagai semua proses
yang merujuk kepada
penyatuan seluruh warga
dunia menjadi sebuah
kelompok masyarakat global (Sunarso dkk,
2006: 134). Ada yang
memandang bahwa globalisasi
itu sebagai suatu proses sosial,
atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan
negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan
baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan
menyingkirkan batasbatas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat. Globalisasi
perekonomian merupakan suatu
proses kegiatan ekonomi
dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu
kekuatan pasar yang semakin terintegrasi
dengan tanpa rintangan
batas teritorial negara.
Globalisasi perekonomian mengharuskan
penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa.
Ketika globalisasi ekonomi
terjadi, batas-batas suatu
negara akan menjadi kabur
dan keterkaitan antara
ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan
semakin erat. Globalisasi
perekonomian di satu
pihak akan membuka peluang
pasar produk dari dalam negeri ke
pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya juga membuka
peluang masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik.
Keberhasilan
Indonesia dalam menghadapi perdagangan internasional ditentukan oleh tingkat
daya saing produk domestik.Dalam hal ekspor, selama ini Indonesia sangat
mengandalkan faktor-faktor keunggulan komparatif dalam sebagai penentu utama
daya saingnya, terutama daya saing harga, seperti upah buruh murah dan SDA
berlimpah sehingga murah biaya produksinya.Namun, dalam era perdagangan
internasional, teknologi, keahlian khusus, yang merupakan faktor keunggulan
kompetitif semakin dominan dalam penentuan daya saing.Selain itu, dengan
tuntutan masyarakat dunia yang semakin kompleks menyangkut masalah-masalah
lingkungan hidup, kelestarian alam bersama isinya, kesehatan, keamanan, dan hak
asasi manusia (HAM) membuat faktor-faktor keunggulan komparatif semakin tidak
penting dibandingkan faktor-faktor keunggulan kompetitif.Perubahan
faktor-faktor penentu daya saing tersebut membuat produk-produk ekspor
tradisional Indonesia semakin terancam di pasar regional maupun global. Ancaman
ini semakin nyata dengan munculnya negara-negara 7 pesaing baru yang memiliki
baik faktor-faktor keunggulan komparatif maupun faktor-faktor keunggulan
kompetitif seperti Cina dan Vietnam di pasar Asia dan negara-negara Eropa Timur
di pasar Uni Eropa (UE). Di pasar Asia, dalam 5 tahun belakang ini
barang-barang buatan Cina mulai dari tekstil dan produk-produknya (TPT) sampai
dengan motor semakin membanjiri pasar di negara-negara Asia, termasuk
Indonesia. Demikian juga, Vietnam sudah mulai menandingi Indonesia dalam ekspor
beberapa komoditas traditional seperti kopi dan tekstil. Di pasar UE, peluang
pasar ekspor Indonesia di wilayah tersebut terancam oleh 8 negara Eropa Timur
yang akan menjadi anggota UE pada awal Mei 2004[1].
Kedelapan negara tersebut lebih mampu menembus pasar UE karena mendapat
fasilitas pembebasan bea masuk. Sementara itu, barang-barang ekspor Indonesia
masih dikenai BM dan hambatan-hambatan non-tarif lainnya, seperti dari segi
kesehatan dan lingkungan hidup.Selain itu, setidaknya ada 10 produk ekspor
Indonesia yang dikenai tuduhan dumping oleh UE. Misalnya, bahan baku produk
tekstil (polyester staple fibre), bahan pemanis (sodium cyclamate), dan ring
penjilid (ring binders)[2].
Selain itu, jarak yang lebih dekat sehingga biaya transportasi dan harga produk
dari para pesaing tersebut lebih murah. Proses penyerahan barang pun singkat.
Pendek kata, karena jarak yang lebih dekat membuat para pesaing dari Eropa
Timur itu lebih efisien dalam memasuki pasar UE[3].
Oleh karena itu, untuk menghindari
ancaman dari Negara pesaing terutama Cina, produk domestik Indonesia merupakan
kunci penentu keberhasilan Indonesia dalam perdagangan internasonal. Untuk
meningkatkan produk domestiknya, Indonesia melakukan kerja sama ekonomi
internasional. Keterkaitan dengan pendekatan liberalism yang menyatakan,
semakin tinggi tingkat kebergantungannya terhadap negara lain maka akan
menciptakan kesejahteraan. Suatu negara pasti membutuhkan kerja sama ekonomi
dengan negara lain. Kerjasama ekonomi antarnegara adalah bentuk kerja sama yang
timbul dalam rangka memenuhi kebutuhan negara juga membatu Negara dalam
meningkatkan produk domestiknya dalam perdagangan internasional. Pertukaran
faktor-faktor produksi merupakan kunci dalam kerjasama ekonomi antarnegara.Hal
ini disebabkan, sumber daya produksi setiap negara berbeda-beda.
Secara
umum, ada 4 aspek yang pasti akan terpengaruh, yaitu:
· Ekspor
Dampak
positif terhadap ekspor atau pangsa pasar dunia dari suatu negara meningkat;
sedangkan efek negatifnya adalah suatu negara kehilangan pangsa pasar dunianya
yang selanjutnya berdampak negatif terhadap volume produksi dalam negeri dan
pertumbuhan produk domestiik bruto (PDB) serta meningkatkan jumlah pengangguran
dan tingkat kemiskinan. Dalam beberapa tahun belakangan ini ada kecenderungan
bahwa peringkat Indonesia di pasar dunia untuk sejumlah produk tertentu yang
selama ini diunggulkan Indonesia, baik barang-barang manufaktur seperti
tekstil, pakaian jadi dan sepatu, maupun pertanian (termasuk perkebunan)
seperti kopi, cokelat dan biji-bijian, terus menurun relatif dibandingkan
misalnya Cina dan Vietnam.
· Impor
Dampak
negatifnya adalah peningkatan impor yang apabila tidak dapat dibendung karena
daya saing yang rendah dari produk-produk serupa buatan dalam negeri, maka
tidak mustahil pada suatu saat pasar domestik sepenuhnya akan dikuasai oleh
produk-produk dari luar negeri. Dalam beberapa tahun belakangan ini ekspansi
dari produk-produk Cina ke pasar domestik Indonesia, mulai dari kunci inggris,
jam tangan tiruan hingga sepeda motor, semakin besar. Ekspansi dari
barang-barang Cina tersebut tidak hanya ke pertokoan-pertokoan moderen tetapi
juga sudah masuk ke pasar-pasar rakyat dipingir jalan.
· Investasi
Liberalisasi
pasar uang dunia yang membuat bebasnya arus modal antarnegara juga sangat
berpengaruh terhadap arus investasi neto ke Indonesia. Jika daya saing
investasi Indonesia rendah, dalam arti iklim berinvestasi di dalam negeri tidak
kondusif dibandingkan di negara-negara lain, maka bukan saja arus modal ke
dalam negeri akan berkurang tetapi juga modal investasi domestik akan lari dari
Indonesia yang pada aknirnya membuat saldo 5 neraca modal di dalam neraca
pembayaran Indonesia negatif.
· Tenaga
Kerja
Dampak
negatifnya adalah membanjirnya tenaga ahli dari luar di Indonesia, dan kalau
kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia tidak segera ditingkatkan untuk
dapat menyaingi kualitas SDM dari negara-negara lain, tidak mustahil pada suatu
ketika pasar tenaga kerja atau peluang kesempatan kerja di dalam negeri
sepenuhnya dikuasai oleh orang asing. Sementara itu, tenaga kerja Indonesia
(TKI) semakin kalah bersaing dengan tenaga kerja dari negara-negara lain di
luar negeri. Juga tidak mustahil pada suatu ketika TKI tidak lagi diterima di
Malaysia, Singapura atau Taiwan dan digantikan oleh tenaga kerja dari
negara-negara lain seperti Filipina, India dan Vietnam yang memiliki keahlian
lebih tinggi dan tingkat kedisiplinan serta etos kerja yang lebih baik
dibandingkan TKI.
KAPITALISME
GLOBAL
Kapitalisme global
adalah upaya meraih
keuntungan dan mengakumulasi modal tanpa batas atau sekat
yang berupa negara.
Dalam perkembngannya,
kapitalisme global ini
telah menjadi bagian dari
kehidupan sehari-hari sebagian orang diberbagaibelahan dunia.
Sebagai contoh dalam
penggunaan teknologi informasi dan
komunikasi, seseorang akan
merasa ada sesuatu yang
hilang bila dalam satu
hari tidak melihat
TV, membaca koran,
ataupun membaca email.
Dengan teknologi informasi
dan komunikasi tersebut, dengan mudahnya seseorang dapat
memindahkan ribuan maupun
jutaan dollar melintasi
batas Negara dalam hitungan detik dengan hnya menekan tombol Personal Computer (PC) di rumah atau
menggunakan telepon seluler.Kapitalisme global ini juga mengubah cara pandang
orang terhadap berbagai hal. Cara pandng
tentang uang misalnya,
bukan lagi hanya
sebagai alat tukar melainkan juga
sebagai barang dagangan
seperti komoditas lainnya.
Adanya profesi pedagang valuta
asingmembuktikan hal tersebut. Lebih lanjut uang yang biasa terlihat sebagai
lembaran-lembaran kertas, ditangan lembaga keuangan saat ini berkembang
menjadi bentuk yang lebih
canggih seperti bonds,
stocks, commercial notes,dan lain sebagainya serta transaksi yang
dilakukannyapun tidak berdasarkan
saat ini (sekarang),
tetapi dapat pula transaksi untuk
masa nanti. Sehingga dapat dibayangkan
betapa rumitnya perputaran uang di dunia ini
DAMPAK POSITIF
DARI GLOBALISASI EKONOMI:
·
Produksi global dapat ditingkatkan, pandangan ini sesuai dengan teori
'Keuntungan Komparatif' dari
David Ricardo. Melalui
spesialisasi dan perdagangan factor - faktor produksi dunia
dapat digunakan dengan
lebih efesien, output
dunia bertambah dan
masyarakat akan memperoleh
keuntungan dari spesialisasi
dan perdagangan dalam
bentuk pendapatan yang
meningkat, yang selanjutnya
dapat meningkatkan pembelanjaan
dan tabungan.
·
Perdagangan bebas merupakan kebijakan di
mana pemerintah tidak melakukan diskriminasi terhadap impor atau ekspor.
Penghapusan hambatan yang menghambat perdagangan antara lain kuota impor,
pajak, dan regulasi non tarif pada barang impor. Perdagangan bebas ini biasanya
dihasilkan dari kesepakatan antar negara atau dengan organisasi internasional,
yang kemudian menciptakan zona perdagangan bebas. Dampak positif dari
perdagangan bebas ini antara lain produk-produk lokal dapat dengan mudah
dipasarkan ke luar, dengan memperluas pasaran produk lokal ini diharapkan bisa
bersaing di pasar internasional. Hal ini membuka kesempatan bagi pengusaha
lokal untuk melahirkan produk-produk berkualitas, kreatif, dan dibutuhkan oleh
pasar dunia. Selain itu, produk-produk luar yang masuk bisa menambah varian
pilihan yang belum diproduksi di dalam negeri dan dengan biaya yang rendah.
·
Dengan adanya globalisasi juga
meningkatkan investor asing untuk
menanam modal di indonesia serta munculnya MNC. Munculnya MNC ini menguntungkan
Indonesia, karena dengan adanya MNC maka akan dibutuhkan tenaga kerja yang
banyak, ini akan menambah peluang lapangan kerja bagi masyarakat. Hal ini bisa
mengurangi tingkat jumlah pengangguran di Indonesia. Selain itu juga semakin
MNC ini akan menambah devisa negara.
·
Menyediakan dana tambahan untuk
pembangunan ekonomi. Pembangunan sektor industri dan berbagai sektor lainnya
bukan saja dikembangkan oleh perusahaan asing, tetapi terutamanya melalui
investasi yang dilakukan oleh perusahaan swasta domestik. Perusahaan domestik
ini seringkali memerlukan modal dari bank atau pasar saham. dana dari luar
negeri terutama dari negara-negara maju yang memasuki pasar uang
dan pasar modal
di dalam negeri
dapat membantu menyediakan
modal yang dibutuhkan
tersebut.
·
Globalisasi ekonomi juga bisa mendorong
kerjasama antar negara atau organisasi internasional di bidang ekonomi.
Misalnya ASEAN Economic Community, Asia – Pacific Economy Community, dan
lainnya. Kerjasama-kerjasama ini dapat meningkatkan hubungan negara-negara ke
arah yang lebih positif dan mengurangi
·
Meningkatkan semangat kompetitif dan
meningkatkan kualitas produk lokal.
Dengan
adanya globalisasi ekonomi, dimana pasar akan lebih terbuka para pengusaha
lokal dapat memasarkan produknya lebih luas. Hal ini dapat meningkatkan
semangat para pengusaha lokal untuk menghasilkan produk-produk yang lebih
kreatif dan meningkatkan kualitas produk lokal agar dapat bersaing dengan
produk-produk luar dan meningkatkan perkapita negara.
KESIMPULAN
Globalisasi
adalah suatu perubahan yang terjadi dalam segala aspek yang bersifat mendunia.
Baik bagi bidang ekonomi, politik, dan sosio-budaya. Globalisasi ekonomi yang
terjadi di dunia merupakan salah satu bentuk dari globalisasi yang membuka
batas-batas terirorial suatu negara dengan negara lain di bidang ekonomi.
Perubahan-perubahan yang terjadi di bidang perekonomian terjadi dalam segala
aspek baik modal, barang dan jasa. Globalisasi ekonomi yang mendunia tersebut
tentunya terjadi di seluruh negara salah satunya yaitu Indonesia.
Globalisasi ekonomi yang terjadi di Indonesia
tentunya memiliki dampak besar. Dampak positifnya yaitu diantaranya
memotivasi SDM dalam meningkatkan kualitas, meningkatkan devisa, membuka
lapangan pekerjaan, dan meningkatkan transfer teknologi dan ilmu pengetahuan.
DAFTAR PUSTAKA
Shangquan, Gao
(2000). "Economic Globalization: Trends, Risks and Risk
Prevention". http://www.un.org/en/development/desa/policy/cdp/cdp_background_papers/bp2000_1.pdf.
diakses pada 12 Desember 2015.
David Held, Anthony McGrew (eds), The Global
Transformations reader: An Introduction to the globalization Debate, Polity
Press, Cambridge, 2002.
[1]Kedelapan
negara tersebut adalah Republik Chechnya, Estonia, Hongaria, Latvia, Lituania,
Polandia, Slowakia, dan Slovenia.
[2]
Berdasarkan laporan dari Kepala Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) yang
dikutip dari Kompas (6 Juni 2003)
[3]Berdasarkan
laporan dari Kepala Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) yang dikutip dari
Kompas (6 Juni 2003).

Tidak ada komentar:
Posting Komentar